Prakata
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan karunia-Nya sehingga buku Analisis Efisiensi Fasilitas Kesehatan: Aplikasi Menggunakan Software R ini dapat terselesaikan. Buku ini merupakan pengembangan dari disertasi penulis (Firdaus Hafidz) di University of Leeds, Inggris, yang berjudul Assessing the Efficiency of Health Facilities in Indonesia. Penulis berterima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung dalam proses penulisan buku ini, yaitu Tim Ensor dan Sandy Tubeuf sebagai pembimbing selama menempuh Ph.D.; keluarga (Maudi, Azka, Syafiq, dan Zhafran) yang terus memberikan semangat; Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan GIZ untuk pendanaan penelitian; Kementerian Kesehatan dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk penyediaan data; Universitas Gadjah Mada, khususnya Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan yang telah memberikan dukungan teknis dan pembiayaan dalam penulisan buku ini; Tim Litera Mediatama yang memberikan motivasi dan dukungannya dalam proses penulisan.
Buku ini disusun untuk memenuhi kebutuhan akan panduan praktis bagi kalangan ilmiah (mahasiswa, peneliti, dosen, konsultan) maupun pengambil kebijakan (pemerintah, pengelola fasilitas kesehatan) untuk mengkaji efisiensi sistem kesehatan di Indonesia, terutama dalam konteks fasilitas pelayanan kesehatan. Hal tersebut penting untuk dibahas karena beban biaya pelayanan kesehatan di dunia, termasuk Indonesia, terus mengalami peningkatan. Dengan keterbatasan anggaran, upaya untuk memastikan proses yang efisien menjadi hal yang tak terhindarkan lagi. Mengingat sebagian besar biaya kesehatan dihabiskan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, isu terkait efisiensi fasilitas kesehatan menjadi hal yang sangat penting untuk dibahas.
Secara umum, buku ini akan membahas konsep efisiensi pada sektor pelayanan kesehatan, bagaimana cara mengukurnya, dan bagaimana mencari tahu alasan-alasan di balik efisien atau tidaknya suatu fasilitas pelayanan kesehatan. Pada Bab I pembaca akan dikenalkan terlebih dahulu secara ringkas mengenai dasar-dasar efisiensi. Hal tersebut meliputi penjelasan konsep produksi dan efisiensi, serta pengenalan jenis dan tahapan pengukuran efisiensi. Selanjutnya, gambaran tentang bagaimana pengukuran efisiensi yang telah dilakukan di berbagai negara berkembang akan dijelaskan pada Bab II. Pada bab ini, penulis berusaha merangkum beberapa aspek pengukuran efisiensi yang meliputi setting, teknik, dan variabel-variabel yang sudah digunakan pada penelitian-penelitian yang ada.
Pembaca akan diajak berkenalan dengan software R pada Bab III. Software R adalah sebuah perangkat lunak pemrograman, analisis data, dan statistik yang tengah populer saat ini karena sifatnya yang gratis, terbuka, dan mudah dipelajari serta digunakan. Bab III dimaksudkan sebagai pengantar agar pembaca dapat melakukan instalasi, mengenali tampilan antarmuka, dan fungsi-fungsi dasar yang akan diterapkan pada praktik-praktik analisis data pada bab-bab selanjutnya.
Setelah dijelaskan pada Bab I, kita akan membahas lebih dalam mengenai teknik-teknik yang biasa digunakan untuk menilai efisiensi fasilitas kesehatan pada Bab IV dan Bab V. Bab IV secara khusus membahas tentang analisis rasio (AR), sedangkan Bab V dan Bab VI membahas analisis frontier (AF). Kedua bab tersebut disajikan dengan contoh dataset dan bagaimana cara mengolahnya sehingga pembaca dapat langsung mencoba melakukan analisis sendiri. Dataset latihan tersedia langsung dari repositori buku sebagai hospital.csv, dan skrip contoh memuatnya tanpa unduhan manual.
Terakhir, pada Bab VII, beberapa isu terkait pengukuran efisiensi akan dibahas. Hal ini meliputi dari mana sumber data bisa didapatkan, bagaimana menguji validitas hasil analisis, permasalahan etika dalam studi efisiensi, hingga bagaimana dampak dari hasil analisis yang kita lakukan terhadap kebijakan pemerintah. Pada bab ini juga akan dibahas isu khusus mengenai penghitungan indeks casemix sebagai proksi dari keparahan penyakit yang ditangani di fasilitas kesehatan.
Penulis tidak memungkiri bahwa buku ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, data yang dipakai untuk latihan melakukan analisis sudah disederhanakan. Hal ini dimaksudkan agar memudahkan pembaca dalam memahami dan mengikuti petunjuk analisis yang disediakan. Kedua, penulis hanya memberikan contoh analisis dalam konteks rumah sakit sehingga pembaca diberikan kesempatan untuk menerapkan dan mengembangkan kemampuannya sendiri dalam melakukan analisis pada konteks lain, misalnya puskesmas ataupun fasilitas kesehatan yang lain.
Terakhir, penulis berharap dari buku ini akan muncul berbagai diskursus ilmiah, baik berupa skripsi, tesis, disertasi, maupun makalah-makalah ilmiah; serta diskusi kebijakan, baik di tingkat pusat, daerah, maupun tingkat fasilitas kesehatan. Dengan begitu, kebermanfaatan ilmu yang diperoleh dari buku ini dapat terus mengalir.